Meraih (Lebih) Sukses, Perbanyak Ibadah ke Tanah Suci

Meraih (Lebih) Sukses, Perbanyak Ibadah ke Tanah Suci

Salah satu program incentive trip rutin yang disediakan K-LINK untuk para mitra K-LINK adalah menjalankan ibadah umroh ke tanah suci Mekah. Perjalanan spiritual ini merupakan suatu hal yang sangat penting bagi kita  umat muslim, untuk mendukung kesuksesan dalam menjalankan bisnis.

Oleh sebab itu saya doakan mudah-mudahan Anda diberikan kesempatan untuk mengikuti perjalanan umroh yang Insya Allah akan diselenggarakan pada akhir akhir April 2015. Bagi para leader yang berhak mengikutinya pada  tahun ini, sebaiknya Anda tidak melewatkan kesempatan ini, walaupun sudah pernah melaksanakan umroh.

Umroh dan haji merupakan dua ibadah yang menjadi bagian dari Rukun Islam. Ibadah ini diwajibkan kepada yang mampu. Meskipun sama-sama dilaksanakan di tanah suci Mekah, terdapat beberapa perbedaan pada dua ibadah ini :

Haji

Umroh

Harus dilaksanakan pada waktu tertentu, yaitu bulan Syawal, Dzulqoidah, dan Dzulhijah.

Dapat dilaksanakan kapan saja.

Terdapat beberapa kewajiban seperti bermalam di Mina, melempar jumroh dan Wukuf.

Tidak terdapat kewajiban bermalam di Mina, melempar jumroh dan wukuf.

Diperintahkan sekali seumur hidup.

Diperintahkan (sunnah) untuk dilaksanakan berkali-kali, sebaiknya setiap tahun sekali.

 

Dalam setiap perjalanan umroh ke tanah suci, kita juga akan diajak untuk berziarah ke Masjid Nabawi yang berada di kota Madinah Al-Munawwarah.  Melalui perjalanan umroh ke Mekah dan ziarah ke Madinah Insya Allah ada beberapa manfaat dan keutamaan yang diperoleh, antara lain :

1.     Bisa melaksanakan sholat berjamaah di masjid Nabawi di Madinah. Pahala sholat berjamaah di masjid ini adalah 1.000 kali lipat dibanding sholat di masjid lain kecuali di Masjidil Haram.

2.     Mendapatkan kesempatan untuk sholat berjamaah di Masjidil Haram yang pahalanya dilipatgandakan hingga mencapai 100.000 kali dibanding shalat yang dilakukan di  masjid  lain,  atau 100 kali lipat dibanding shalat di Masjid Nabawi.

3.     Melaksanakan umroh akan menghapuskan dosa-dosa yang kita perbuat di antara satu umroh dengan umroh berikutnya. Artinya, jika kita melakukan umroh pada tahun 2013 dan 2014 maka dosa-dosa kecil yang kita perbuat di antara tahun tersebut Insya Allah akan diampuni oleh Allah SWT. Oleh sebab itulah umroh perlu dilaksanakan berulang-ulang semasa kita mampu.

4.     Dengan melaksanakan umroh kita akan berkesempatan berdoa di tempat yang sangat mustajab, doa-doa di tempat-tempat ini Insya Allah akan dikabulkan. Raudlah adalah salah satu bagian di dalam Masjid Nabawi yang dulunya adalah tempat antara rumah beliau dengan mimbar Masjid Nabawi. Sedangkan Multazam adalah bagian dari Ka’bah yang terletak di antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah.

5.    Berkesempatan mengunjungi tempat-tempat suci dan bersejarah seperti Gua Hira’, Gua Tsur dan Masjid Quba’ yakni masjid yang pertama kali dibangun oleh Rasul di Madinah. Sholat sunnah 2 rakaat di masjid ini pahalanya sama dengan melaksanakan ibadah umroh.

6.     Melalui Ibadah umroh kita berpeluang untuk melaksanakan silaturrahim dengan ummat islam lain dari berbagai penjuru dunia, berpeluang mendapatkan relasi dari negara lain. Tidak ada larangan melaksanakan ibadah umroh sambil berbisnis, karena bisnis adalah sesuatu yang dianjurkan oleh Islam. (Lihat Al-Quran Surat Al-Baqarah  2: 198).

7.     Haji dan umroh dapat menghilangkan kemiskinan. Jika sudah meraih sukses dalam bisnis ini, dan ingin mempertahankan kestabilan bisnis ini, tingkatkan terus kedekatan kita pada Pemilik Rezeki. Perbanyaklah ibadah umroh, mohonlah kepada pemilik tanah suci di rumahNya dan di tempat-tempat lain yang mustajab. 

 

Rasulullah SAW bersabda :


Artinya : Iringilah ibadah haji dan umroh, karena keduanya menghapuskan kemiskinan dan dosa  sebagaimana bara api dapat menghilangkan karat besi, emas dan perak. Tidak ada pahala bagi haji yang mabrur kecuali surga (HR Ibnu Huzaimah).

Jika ada yang bertanya, apakah tidak salah kita pergi ke tanah suci dengan berharap agar bisnis kita sukses? Jawabnya: Berharap kepada Allah adalah wajib, yang salah adalah jika kita berharap kepada orang lain. Mengharapkan sesuatu yang dijanjikan oleh Rasulullah  juga merupakan keharusan.

Kesuksesan finansial atau hilangnya kemiskinan melalui kedatangan kita di tanah suci adalah merupakan salah satu hal yang dijelaskan oleh Rasulullah SAW. Jadi datanglah ke tanah suci, sambil mengisi kembali spirit kita, mohonlah kepada Allah semaksimal mungkin agar Ia berkenan memberikan kita kesuksesan di dunia dan akhirat. Aamiin (HM. Sofwan Jauhari Lc, M. Ag.).